Sabtu, 10 September 2016

tak nyambung tapi selaras

Berawal dari perjumpaan dua orang sahabat diperjalan yang bernama Sabani dan Ma'un kedua orang terdebut memang sudah akrab bukan hanya karena sekampung (satu warga desa) beliau ini juga berdekatan tempat usaha (kebun karet) suatu hari mereka berdua terlibat pembicaraan singkat

Sabani  : ma'un katanya semalam kamu menyinso (menebang batang kayu menggunakan alat mrek Shinso untuk dijadikan papan/bahan bangunan)

Ma'un : Ya,banyak kali mansonya jawab ma'un pula (manso adalah babi)

Sabani : dapat berapa keping....?kata si sabani pula tanpa merasa ragu

Ma'un : ngak ada pakek anjing....kata si ma'un pula sambil menyiapkan barang-barangnya untuk dibawa pulang

Sabani : sambil angguk-anggukan kepala oooo..ya lahh kalau bagitu aku duluan yaa..

Ma'un : yop

Pembincangan mereka berahir sampai disitu,merekapun berlalu dengan tanpa beban seakan-akan tidak ada masalah dengan perbincangan mereka,meskipun pembicaraan mereka tidak memiliki hubungan satu sama lain..itulah kehebatan mereka yang sama-sama kurang pendengaran....hehehe